Costus Speciosus _ Tumbuhan _ Ringkasan Botani Asmida _ Dr. Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd




Costus Speciosus _ Setawar Sitawa
 Sumber Gambar: Wikipedia 



"Makna kultural daun setawar adalah menawarkan segala yang berbisa dan beracun."

https://www.facebook.com/share/p/1HwQUU4hn2/

Costus speciosus adalah nama ilmiah dari tanaman yang di Sumatera disebut tabar-tabar, kelacim, setawar, tawar-tawar, tebu tawar, tubu-tubu, sitawar, tawa-tawa, dan totar. Di Jawa orang menyebutnya pacing, tepung tawar, poncang-pancing, dan bunto. Di Sulawesi, orang menyebutnya lingkuwas, lincuas, palai batang, tampung tawara, galoba utan atau tepu tepung, sedangkan orang Maluku menyebutnya muri-muri, tebe pusa, tehu lopu, uga-uga dan tehe tepu.

Costus speciosus. Sejenis tanaman jahe yang tumbuh dari umbi dengan batang melengkung  berwarna merah tua.  Daunnya berbentuk lonjong berwarna hijau mengkilat di bagian atas dan hijau keputihan seperti beledu di bagian bawah, tumbuh bersusun mengikuti batangnya yang melengkung. 

Bunga Costus speciosus berwarna putih berbentuk serupa terompet dengan tepi kelopak keriting, tanaman ini tumbuh tegak dan menyukai tempat lembap dan teduh. 

Batangnya berwarna kuning kecoklatan, sebesar jari orang dewasa dan banyak mengandung air serta mudah dipatahkan, selaras dengan batang, daunnya berwarna hijau, tunggal, tangkainya pendek dan berhelai memanjang sampai bentuk lanset

Daun setawar dalam tradisi Melayu Riau merupakan perlengkapan utama dalam prosesi Tepuk Tepung Tawar sebagai perenjis seperti halnya daun ati-ati, juang-juang, sedingin, dan gandarusa. Makna kultural daun setawar adalah menawarkan segala yang berbisa dan beracun.


Disarikan oleh ASMIDA L2PTS GROUP (DRDRAHJRMAAMPD) dari Sumber: https://lamriau.id/setawar-sitawa/ ;https://id.wikipedia.org/wiki/Pacing_tawar

Komentar